14 Parpol Peserta Pemilu 2019

Hari ini : Rabu, 27 Maret 2019
Pukul :
WIB

Perbaikan Kehidupan Berbangsa dimulai dari Pilihan Anda

Pemilu Legislatif 2004

 

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004

Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran, karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. Putaran kedua digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla.

 

Pergantian kekuasaan berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara. Satu-satunya cacat pada pergantian kekuasaan ini adalah tidak hadirnya Megawati pada upacara pelantikan Yudhoyono sebagai presiden.

Pemilu 2004 diikuti oleh 24 partai politik, yaitu:

1.   Partai Nasional Indonesia Marhaenisme

2.   Partai Buruh Sosial Demokrat

3.   Partai Bulan Bintang

4.   Partai Merdeka

5.   Partai Persatuan Pembangunan

6.   Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan

7.   Partai Perhimpunan Indonesia Baru

8.   Partai Nasional Banteng Kemerdekaan

9.   Partai Demokrat

10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia

12. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia

13. Partai Amanat Nasional

14. Partai Karya Peduli Bangsa

15. Partai Kebangkitan Bangsa

16. Partai Keadilan Sejahtera

17. Partai Bintang Reformasi

18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

19. Partai Damai Sejahtera

20. Partai Golongan Karya

21. Partai Patriot Pancasila

22. Partai Sarikat Indonesia

23. Partai Persatuan Daerah

24. Partai Pelopor

 

Pemilu Legislatif 1999

Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1999

 

Pemilu berikutnya, sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru, yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik.

 

Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.

 

Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.

 

Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik, yaitu:

1.   Partai Indonesia Baru

2.   Partai Kristen Nasional Indonesia

3.   Partai Nasional Indonesia - Supeni

4.   Partai Aliansi Demokrat Indonesia

5.   Partai Kebangkitan Muslim Indonesia

6.   Partai Ummat Islam

7.   Partai Kebangkitan Ummat

8.   Partai Masyumi Baru

9.   Partai Persatuan Pembangunan

10. Partai Syarikat Islam Indonesia

11. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

12. Partai Abul Yatama

13. Partai Kebangsaan Merdeka

14. Partai Demokrasi Kasih Bangsa

15. Partai Amanat Nasional

16. Partai Rakyat Demokratik

17. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905

18. Partai Katolik Demokrat

19. Partai Pilihan Rakyat

20. Partai Rakyat Indonesia

21. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi

22. Partai Bulan Bintang

23. Partai Solidaritas Pekerja

24. Partai Keadilan

25. Partai Nahdlatul Ummat

26. Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis

27. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia

28. Partai Republik

29. Partai Islam Demokrat

30. Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen

31. Partai Musyawarah Rakyat Banyak

32. Partai Demokrasi Indonesia

33. Partai Golongan Karya

34. Partai Persatuan

35. Partai Kebangkitan Bangsa

36. Partai Uni Demokrasi Indonesia

37. Partai Buruh Nasional

38. Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong

39. Partai Daulat Rakyat

40. Partai Cinta Damai

41. Partai Keadilan dan Persatuan

42. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia

43. Partai Nasional Bangsa Indonesia

44. Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia

45. Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia

46. Partai Nasional Demokrat

47. Partai Ummat Muslimin Indonesia

48. Partai Pekerja Indonesia

  

No.

Nama Partai

Suara DPR

Kursi Tanpa SA

Kursi Dengan SA

1.

PDIP

35.689.073

153

154

2.

Golkar

23.741.749

120

120

3.

PPP

11.329.905

58

59

4.

PKB

13.336.982

51

51

5.

PAN

7.528.956

34

35

6.

PBB

2.049.708

13

13

7.

Partai Keadilan

1.436.565

7

6

8.

PKP

1.065.686

4

6

9.

PNU

679.179

5

3

10.

PDKB

550.846

5

3

11.

PBI

364.291

1

3

12.

PDI

345.720

2

2

13.

PP

655.052

1

1

14.

PDR

427.854

1

1

15.

PSII

375.920

1

1

16.

PNI Front Marhaenis

365.176

1

1

17.

PNI Massa Marhaen

345.629

1

1

18.

IPKI

328.654

1

1

19.

PKU

300.064

1

1

20.

Masyumi

456.718

1

-

21.

PKD

216.675

1

-

22.

PNI Supeni

377.137

-

-

23

Krisna

369.719

-

-

24.

Partai KAMI

289.489

-

-

25.

PUI

269.309

-

-

26.

PAY

213.979

-

-

27.

Partai Republik

328.564

-

-

28.

Partai MKGR

204.204

-

-

29.

PIB

192.712

-

-

30.

Partai SUNI

180.167

-

-

31.

PCD

168.087

-

-

32.

PSII 1905

152.820

-

-

33.

Masyumi Baru

152.589

-

-

34.

PNBI

149.136

-

-

35.

PUDI

140.980

-

-

36.

PBN

140.980

-

-

37.

PKM

104.385

-

-

38.

PND

96.984

-

-

39.

PADI

85.838

-

-

40.

PRD

78.730

-

-

41.

PPI

63.934

-

-

42.

PID

62.901

-

-

43.

Murba

62.006

-

-

44.

SPSI

61.105

-

-

45.

PUMI

49.839

-

-

46

PSP

49.807

-

-

47.

PARI

54.790

-

-

48.

PILAR

40.517

-

-

 

Jumlah

105.786.661

462

462

 

Pemilu Legislatif 1992

 

Cara  pembagian  kursi  untuk  Pemilu  1992  juga  masih  sama  dengan  Pemilu sebelumnya. Hasil Pemilu yang pemungutan suaranya dilaksanakan tanggal 9 Juni 1992 ini pada waktu itu agak mengagetkan banyak orang. Sebab, perolehan suara Golkar  kali  ini  merosot  dibandingkan  Pemilu  1987.  Kalau  pada  Pemilu  1987 perolehan suaranya mencapai 73,16 persen, pada Pemilu 1992 turun menjadi 68,10 persen, atau merosot 5,06 persen. Penurunan yang tampak nyata bisa dilihat pada perolehan kursi, yakni menurun dari 299 menjadi 282, atau kehilangan 17 kursi dibanding pemilu sebelumnya.

 

PPP juga mengalami hal yang sama, meski masih bisa menaikkan 1 kursi dari 61 pada Pemilu 1987 menjadi 62 kursi pada Pemilu 1992 ini. Tetapi di luar Jawa suara dan kursi partai berlambang ka’bah itu merosot. Pada Pemilu 1992 partai ini kehilangan banyak kursi di luar Jawa, meski ada penambahan kursi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Malah partai itu tidak memiliki wakil sama sekali di 9 provinsi, termasuk 3 provinsi di Sumatera. PPP memang berhasil menaikkan perolehan 7 kursi di Jawa, tetapi  karena  kehilangan  6 kursi di Sumatera,  akibatnya  partai itu  hanya mampu menaikkan 1 kursi secara nasional.

 

Yang berhasil menaikkan perolehan suara dan kursi di berbagai daerah adalah PDI. Pada Pemilu 1992 ini PDI berhasil meningkatkan perolehan kursinya 16 kursi dibandingkan Pemilu 1987, sehingga menjadi 56 kursi. Ini artinya dalam dua pemilu, yaitu 1987 dan 1992, PDI berhasil menambah 32 kursinya di DPR RI.

 

No

Partai

Suara

%

Kursi   

%(1987)  

Ket

1.

Golkar

66.599.331

68,10

282

73,16

- 5,06

2.

PPP

16.624.647

17,01

62

15,97

+ 1,04

3.

PDI

14.565.556

14,89

56

10,87

+ 4.02

 

Jumlah

97.789.534

100,00

400

100,00

 

 

Pemilu Legislatif 1997

 

Sampai Pemilu 1997 ini cara pembagian kursi yang digunakan tidak berubah, masih menggunakan cara yang sama dengan Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, dan 1992. Pemungutan suara diselenggarakan tanggal 29 Mei 1997. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah pada Pemilu 1992 mengalami kemerosotan, kali ini Golkar kembali merebut suara pendukungnnya. Perolehan suaranya mencapai 74,51 persen, atau naik 6,41. Sedangkan perolehan kursinya meningkat menjadi 325 kursi, atau bertambah 43 kursi dari hasil pemilu sebelumnya.

 

PPP juga menikmati hal yang sama, yaitu meningkat 5,43 persen. Begitu pula untuk perolehan kursi. Pada Pemilu 1997 ini PPP meraih 89 kursi atau meningkat 27 kursi dibandingkan Pemilu 1992. Dukungan terhadap partai itu di Jawa sangat besar.

 

Sedangkan PDI, yang mengalami konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dengan Megawati Soekarnoputri setahun menjelang pemilu, perolehan suaranya merosot 11,84 persen, dan hanya mendapat 11 kursi, yang berarti kehilangan 45 kursi di DPR dibandingkan Pemilu 1992.

 

No

Partai

Suara

%

Kursi  

% (1992)

Ket

1.

Golkar

84.187.907

74,51

325

68,10

+ 6,41

2.

PPP

25.340.028

22,43

89

17,00

+ 5,43

3.

PDI

3.463.225

3,06

11

14,90

- 11,84

 

Jumlah

112.991.150

100,00

425

100,00

 

 

Pemilu Legislatif 1987

 

Pemungutan  suara  Pemilu  1987  diselenggarakan  tanggal  23  April  1987  secara serentak di seluruh tanah air. Dari 93.737.633 pemilih, suara yang sah mencapai 85.869.816 atau 91,32 persen. Cara pembagian kursi juga tidak berubah, yaitu tetap mengacu pada Pemilu sebelumnya.

Hasil Pemilu kali ini ditandai dengan kemerosotan terbesar PPP, yakni hilangnya 33 kursi dibandingkan Pemilu 1982, sehingga hanya mendapat 61 kursi. Penyebab merosotnya PPP antara lain karena tidak boleh lagi partai itu memakai asas Islam dan diubahnya lambang dari Ka'bah kepada Bintang dan terjadinya penggembosan oleh tokoh- tokoh unsur NU, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara itu Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. PDI, yang tahun 1986 dapat dikatakan mulai dekat dengan kekuasaan, sebagaimana diindikasikan dengan pembentukan DPP PDI hasil Kongres 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam, berhasil menambah perolehan kursi secara signifikan dari 30 kursi pada Pemilu 1982 menjadi 40 kursi pada Pemilu 1987 ini.

 

No

Partai

Suara

%

Kursi   

% (1982)  

Ket

1.

Golkar

62.783.680

73,16

299

68,34

+ 8,82

2.

PPP

13.701.428

15,97

61

27,78

- 11,81

3.

PDI

9.384.708

10,87

40

7,88

+ 2,99

 

Jumlah

85.869.816

100,00

400

 

 

 

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BANJAR

Jl. Dr. Husen Kartasasmita No.15

Kota Banjar- Jawa Barat

 (0265) 745032 - (0265) 745033    This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 
Komisi Pemilihan Umum Kota Banjar - Jawa Barat.
Copyright 2012

©