SOSIALISASI PEMILIH PEREMPUAN DI DESA NEGLASARI DALAM KEGIATAN PEMBINAAN ADVOKASI KEBIJAKAN DAN PENDAMPINGAN PENINGKATAN PARTISIPASI PEREMPUAN DAN POLITIK HUKUM, SOSIAL DAN EKONOMI (P2WKSS)

kpud-banjarkota.go.id — Pada hari Selasa, 08 Juni 2021, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar melakukan sosialisasi pemilih bagi perempuan di Gedung Serbaguna Desa Neglasari, Kecamatan Banjar . Sosialisasi ini merupakan kegiatan kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Banjar pada kegiatan Pembinaan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Peningkatan Partisip asi Perempuan dan Politik Hukum, Sosial dan Ekonomi (P2WKSS). Kegiatan dihadiri oleh ibu-ibu peserta P2WKSS dari desa Neglasari. Selama kegiatan berlangsung, tim dari Dinas Sosial Kota Banjar dan tim dari KPU Kota Banjar didampingi langsung oleh Sekretaris Desa Neglasari, Dedi Rosdiana, A.Md beserta beberapa staff.

Dalam pembukaan acara sosialisasi, Ketua KPU Kota Banjar menegaskan jika perempuan pun harus ikut aktif terlibat dalam setiap urusan demokrasi. Perempuan tidak hanya berkewajiban untuk ‘ditata’ oleh kaum pria, tetapi juga perempuan memiliki kuasa dalam ikut berpartisipasi pada lingkup politik baik dalam eksekutif maupun legislatif. Lebih lanjut, Bapak Dani Danial M. Mengungkapkan bahwa minimal ibu-ibu yang hadir dalam sosialisasi dapat ikut berpartisipasi dalam gelaran Pemilu Serentak nanti yang direncanakan akan dijadwalkan pada tanggal 28 Februari dan 27 November 2024. 

Materi pertama diberikan oleh Kadiv Sosparmas KPU Kota Banjar, Bapak Geri Garyadina M. Dalam materinya, beliau mengungkapkan fakta bahwa di kota Banjar, dari 30 kursi anggota dewan hanya tersedia 1 kursi bagi anggota dewan perempuan. Ini menunjukan bahwa keterwakilan perempuan dalam kontestasi politik masih dirasa kurang. Padahal, eksistensi perempuan harus ada di dunia politik dan ruang publik, karena jelas dengan rendahnya keterwakilan perempuan di sektor pengambil kebijakan tentu akan berdampak tidak hanya bagi perempuan tetapi juga untuk masyarakat pada umumnya. Masalah kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, kekerasan terhadap perempuan, dan lingkungan akan ditangani oleh perempuan jika mereka terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Ini karena dibandingkan pria, wanita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masalah sosial dan perempuan.

dilanjutkan oleh Bapak Mujiono selaku Kadiv Program dan Data KPU Kota Banjar, beliau menjelaskan beberapa syarat menjadi pemilih, diantaranya sudah memasuki usia 17 tahun serta sudah terdaftar didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

KPU Kota Banjar juga melakukan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) setiap bulannya untuk memutakhirkan data pemilih di Kota Banjar yang sifatnya selalu dinamis. Bapak Mujiono juga tidak lupa menghimbau masyarakat agar tidak sungkan untuk nantinya ikut memberikan tanggapan apabila di lingkungannya ada calon pemilih yang belum terdaftar dengan cara menghubungi hotline KPU Kota Banjar baik melalui Whatsapp maupun media sosial lainnya yang tersedia.

Di sesi tanya jawab, Ibu Kiki dari Dinas Sosial Kota Banjar mengajukan pertanyaan yang langsung dijawab oleh Bapak Dani Danial M. Pertanyaan yang diajukan terkait tata cara serta tahapan yang harus dilalui perempuan apabila berrminat mendaftar menjadi anggota dewan.

secara normatif, syarat utama untuk bisa mendaftar menjadi anggota dewan haruslah terdaftar sebagai anggota partai politik untuk nantinya bisa diajukan sebagai peserta calon anggota dewan.

selain sesi tanya jawab, kegiatan sosialisasi juga menjadi lebih interaktif karena adanya kuis yang langsung dilontarkan oleh Ketua KPU Kota Banjar. Salah satu peserta sosialisasi, ibu Dede Suryatin berhasil menjawab kuis yang diajukan dan berhak mendapatkan hadiah yang telah disiapkan secara pribadi oleh Ketua KPU Kota Banjar.

Kegiatan sosialisasi pemilih perempuan ini berjalan dengan tertib dan digelar dengan tetap mematuhi serta mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah.  (RSNUH)

Mungkin Anda Menyukai